Tahapan Proses Membuat Vector Untuk Dijual Di Microstock Dari Nol Sampai Selesai


Ya, setelah resmi menjadi kontributor microstock tentu sobat harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Apalagi yang memimpikan microstock bisa untuk menjadi passive income, maka harus dibangun dengan sekuat tenaga agar menjadi asset yang besar. Apalagi tugasnya kalau bukan "upload, upload, dan upload"?, ini harus dilakukan sesering mungkin atau bahkan setiap hari dengan kualitas dan kuantitas maksimal. Mungkin sobat yang masih baru terjun dalam dunia microstock masih merasa belum terbiasa atau belum memiliki gambaran pola kerja sebagai seorang freelancer mocrostock.
Nah dalam artikel ini akan saya bagikan kepada sobat-sobat mengenai pola kerja saya dalam membuat karya vector untuk diupload di website-website microstock. Lagi-lagi bahasannya masih seputar vector, bukan foto ataupun footage video. Mau gimana lagi, selain ilmu fotografi dan videografi yang saya belum punya, alatnya juga belum mampu saya beli, hehehe (curhat).
Perlu saya tekankan, tahapan ini bukanlah patokan atau pakem yang harus diterapkan dalam membuat karya vector, banyak jalannya ada yang menggambar dikertas dengan marker lalu discan dan diauto trace, ada yang menggambar langsung menggunakan pen tablet, ada yang menggunakan mouse dengan bezier tool ataupun pen tool, dll. Karena itulah cirikhas dari suatu karya bisa terlihat.
Tapi kalau sobat memutuskan untuk mengikuti cara seperti yang akan saya bagikan ini, saya sangat mempersilahkan. Karena memang yang diperjualbelikan dalam bisnis ini adalah sebuah ide, bukan cara, walaupun cara adalah ilmu yang sangat berharga tapi apalah manfaatnya jikalau hanya dipendam sendiri tidak dibagikan kepada sobat semua.
Jadi untuk bisa berhasil dalam dunia microstock itu kembali lagi ke sobat semua, ide dan strategi sobat sendiri yang tentukan, sedangkan cara banyak jenisnya.
Dan berikut adalah salah satu cara saya dalam membuat karya vector :

1. Mencari ide (THINKING)
Seperti yang pernah saya jelaskan pada posting Cara Mendapatkan Dollar di Internet dengan Menjual Foto, Vector dan Footage di Microstock, bahwa tiap agensi biasanya mengirimkan informasi tentang daftar apa saja yang harus dikerjakan. Daftar kerjanya biasanya berkaitan dengan momen 1-2 bulan kedepan. Misalnya Freepik, mengirimkan email diakhir agustus lalu yang berisi tentang informasi yang harus dikerjakan yaitu momen Halloween, dimana perayaan halloween terjadi di akhir oktober. Dan semua karya-karya bertemakan halloween harus terupload sebelum perayaan hallowen.
Cara lain untuk mengetahui daftar kerja adalah dengan memperhatikan momen international secara manual. Misal sekarang adalah bulan 10 (oktober), maka kira-kira ada perayaan apa ya dibulan 11 atau bahkan 12 nanti??. Atau cara mudahnya adalah dengan melihat kalender liburan dunia di link berikut https://www.timeanddate.com/holidays/.
Dari informasi daftar kerja tersebutlah biasanya saya menemukan ide. Nah karena sekarang masih dibulan sembilan dan target momennya adalah halloween, maka saya putuskan untuk membuat karya seputar halloween, tentu tema halloween tersebut biasanya saya kerjakan dengan style vector saya, yaitu sedikit berbau zombie atau karakter-karakter monster.
Dan objek utama yang pertama terlintas adalah pasti "pumpkin" atau labu, kemudian saya memikirkan bagaimana labu ini menjadi hidup seperti zombie, lalu saya putuskan labu itu memiliki otak yang menyembul keluar.

2. Menuangkan ide (SKETCHING)
Dsinilah kelemahan saya, saya bukanlah orang yang pandai menggambar yang bisa langsung menggoreskan pensil tanpa harus melihat objek atau dalam artian bisa menghafal bentuk.
Dikepala sudah jelas tergambar namun saat coba dituangkan hasilnya suka melenceng, kadang matanya gak sinkron, kupingnya capang sebelah, tangan lebih panjang daripada kaki, yang lebih parah gambarnya suka mepet ke pinggir kertas :D. Jadi kalo saya pribadi menggambarnya harus pakai referensi biar pas proporsi nya.
Mungkin sobat juga memiliki kondisi yang sama seperti saya?, nah biasanya paling sering saya menggunakan referensi melalui foto, melihat objek secara langsung juga bisa sih tapi gak terlalu sering.
Etikanya sih foto yang dijadikan sebagai referensi adalah foto milik sendiri, karena hak cipta foto tersebut adalah milik sobat. Jadi jangankan fotonya dijadikan referensi, dijiplak juga boleh, bahkan fotonya dijual langsung juga boleh (sesuai ketentuan). Tapi karena kondisi selalu saja berbeda maka adakalanya kita terpaksa menggunakan foto-foto yang tersedia di internet, karena sepertinya tidak mungkin kalau hari ini saya mau menggambar gajah saya harus pergi ke Taman Nasional Way Kambas dulu untuk mengambil foto gajah :D.
Tapi ingat, setiap foto yang tersedia di internet itu memiliki hak cipta, selain itu sebagian besar agensi microstock juga melarang penggunaan bahan milik orang lain. Dan kata penggunaan disini secara kasaranya bisa terlihat dari hasil akhir karya yang dibuat. Kalau karyanya mirip atau pembuatannya dijiplak, berarti bahan milik orang lain tersebut telah digunakan, dan itu dilarang.
Jadi gunakan foto di internet hanya sebagai referensi, bukan untuk dijiplak utuh hingga mirip. Sehingga hasil akhir karya harus benar-benar berbeda dengan foto referensi.

Sesuai ide yang saya miliki, saya ingin menggambar dimana sebuah objek karakter labu lengkap dengan mata hidung dan mulut, kemudian saya tambahkan objek otak yang terlihat di bagian kepala labu tersebut. Maka disini saya coba mengetikkan kata kunci "pumpkin" pada penelusuran google image, ketika foto labu yang sesuai ditemukan saya mencoba membuat bentuk bulat oval sesuai bentuk labu, di atas kertas menggunakan pensil dengan memperhatikan sudut pandang labu tersebut. Tipis saja goresan pensil yang saya tekan pada kertas, ini berfungsi sebagai gambaran awal, dan mempermudah menghapus agar mudah hilang saat akan melakukan revisi. Begitu juga dengan objek tambahan berupa otak, prosesnya sama dengan objek utama.
Tidak perlu mirip, tidak perlu perfeksionis, cukup buat sketsa yang mewakili, sederhananya jika  secara spontan sobat atau orang lain melihat sketsa tersebut bisa paham kalau itu adalah labu, maka itu sudah berhasil. Kurang lebih seperti ini hasil sketsanya :
sketch pumpkin zombie
Ya, sederhana dan tegas, hal pertama yang terlintas maka itulah yang saya coba langsung tuangkan dalam kertas. Tidak menunggu ide-ide lain berdatangan sebelum ide pertama selesai terkonsep dengan baik dan matang, karena kalau semua ide-ide menumpuk tanpa ada satupun berhasil tertuang dalam sketsa, itu kurang baik. Selain itu juga idenya gak usah dipaksakan, gak usah diporsir harus spektakular, karena kita berkarya untuk dijual di microstock yang mana kuantitas juga harus kita perhatikan. Jadi manfaatkan waktu untuk membuat karya lebih banyak semaksimal mungkin.
Dan berikut adalah video saat saya membuat sketsanya:


3. INKING
Lanjut ketahap digitalisai, setelah sketsa dirasa matang. Sketsa tersebut langsung saya tracing menggunakan inkscape. Hal pertama yang saya jiplak adalah garis-garis pinggiran dari sketsa tersebut dengan menggunakan "Bezier tool". Dengan menggunakan tekhnik satu garis atau satu tarikan tanpa mempertemukan titik node awal dengan titik node akhir. Dengan kata lain inking nya full menggunakan lineout atau stroke (bukan path). Ini saya lakukan untuk mendapatkan hasil inking yang sama rata, lurus, dan rapih. Tapi ketika semua garis dari sketsa selesai di inking dengan stroke, maka stroke-stroke tersebut saya ubah menjadi objek path, kemudian saya lakukan revisi di beberapa bagian agar hasil inking rapih dan sesuai keinginan, sebelum semua saya jadikan satu dengan fitur union.
Kurang lebih seperti ini prosesnya saat saya mencoba membuat inking di inkscape :

4. COLORING
Ditahap coloring ini saya membedakan menjadi 3 bagian, warna dasar, bayangan, dan pencahayaan.
Tahap pertama saya langsung membuat warna dasar dari sketsa, karena warna dasar letaknya berada paling bawah dari bayangan juga pencahayaan.
Dan untuk dibagian bayangan dan pencahayaan nya saya melakukan improvisasi, mengira-ngira arah cahaya datang dari arah mana dan bayangan berada dimana. Dan tahap pewarnaan ini adalah bagian ahir dari proses membuat vector di inkscape.

5. PREPARING
Dalam artikel ini juga saya melengkapinya dengan tahap persiapan untuk diupload. Ya, vector yang selesai dibuat langsung saya save as ke format *EPS dengan menggunakan eps ai compatible sesuai dengan yang pernah saya bagikan di artikel berikut : Bermicrostock dengan Inkscape.
Juga mengekspor nya ke bitmap hingga mengubah ekstensi bitmap *PNG tersebut menjadi ekstensi bitmap *JPG.
Tahap Coloring juga Preparing bisa sobat simak di video berikut :

6. KEYWORDING
Nah, untuk keywording ini insyaallah akan saya coba ulas di lain kesempatan. Jadi Kunjungi terus Surtan.id ya!.. Sampai ketemu nanti dan Semoga bermanfaat.


1 Response to "Tahapan Proses Membuat Vector Untuk Dijual Di Microstock Dari Nol Sampai Selesai"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel